Berita ini tentu saja mengejutkan sebagian besar pengguna Facebook. Facebook telah mengumumkan akan memberi tambahan biaya untuk user yang memiliki akun di website jejaring sosial tersebut. User akan diberi dua pilihan, Facebook Free atau Facebook Pro. Free account akan memberi jalan user untuk posting foto dan link, namun memiliki batasan ukuran untuk thumbnail gambar, iklan banner besar dan popup. Lebih lanjut lagi, user setidaknya harus mengikuti survei berbayar untuk setiap login. Bagaimanapun, Facebook memastikan keseluruhan proses tersebut tidak akan sampai 10 menit.
Sedangkan untuk akun Facebook Pro, akan memudahkan user posting, share, dan melihat video tanpa harus mengkhawatirkan soal batasan ukuran dan kualitasnya. Facebook mengatakan, untuk dua pilihan ini akan dimulai bulan depan, semua user akan dimigrasikan ke akun gratis jika mereka tidak mau membayar biayanya, yang belum ditentukan berapa banyaknya. Report dari TechTree menunjukkan bahwa harganya tidak sampai $10 per bulan. Sebagai informasi, akun yang berbayar akan mulai dijalankan untuk diuji di U.S dimana user akan diberi kapasitas penyimpanan cloud computing yang terbatas, hanya untuk upload foto dan video. Kemudian, setelah di U.S, Facebook akan segera menjalankan akun berbayarnya di seluruh dunia.
Minggu, 03 April 2011
Aplikasi Berbahaya
Sebuah aplikasi berbahaya telah menyamar di sistem operasi Android, sebagai versi gratis, yang dapat mencuri data dan mengirim spam pesan text, juga peringatan yang mengancam user jika user tidak membayar aplikasi tersebut, ungkap Symantec. Aplikasi tersebut ada di situs sharing file di Amerika Utara dan Asia yang dikenal sebagai clearinghouse untuk software bajakan, yang disebut Walk and Text. Software Walk and Text ada di Android Market dengan harga $1.53, yang menggunakan sebuah camera untuk memudahkan user apa yang ada di depan mereka ketika mereka berjalan sambil menulis pesan text. Walaupun begitu, aplikasi yang berlabel versi 1.3.7 ini sesungguhnya tidak ada, menurut postingan blog Symantec.
Sekali aplikasi palsu, dimana Symantec memberinya nama sebagai "Android.Walkinwat", sudah banyak user yang men-download-nya, dan sudah menjalankannya. Software tersebut menampilkan sebuah dialog box dimana sebenarnya aplikasi tersebut dalam proses ‘merusak’ system. Di balik layar, aplikasi ini mencari data sensitif, termasuk username, nomor telepon, dan ID unik, juga berusaha mengirimnya ke sebuah server eksternal, tambah Symantec.
Langganan:
Postingan (Atom)


