Entrepreneur Gaya Surga
Kemudian Ali bin Abi Thalib keluar hendak menuju ke tempat Rasulullah Saw, tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu seorang Badui yang sedang menuntun unta. Ali lalu mendekati Badui tersebut, maka Badui itu berkata, ”Wahai ayah Hasan, belilah unta ini”. ”Aku tidak mempunyai uang sepeserpun untuk membeli untamu itu,” kata Ali. Badui : ”Aku menjual unta ini dengan cara diutangkan”. Ali: ”Kalau begitu, berapa harga unta ini kamu jual?”. Badui: ”Aku menjualnya dengan harga 100 dirham”. Ali: ”Baiklah, unta ini aku beli, namun pembayarannya nanti saja setelah aku mendapatkan uang”.
Setelah itu Ali bin Abi Thalib menuntun unta yang baru dibelinya. Tetapi tidak begitu jauh Ali dihadang oleh seorang Badui lain, yang bertanya kepadanya ”Wahai ayah Hasan, apakah kamu hendak menjual unta yang kamu tuntun itu?”. Ali: ”Benar, aku hendak menjual unta ini”. Badui: ”Berapa harganya?”. Ali: ”Harga unta ini 300 dirham”. Badui: ”Baiklah, aku beli untamu dengan harga tersebut”.
Setelah orang Badui itu menyetujui harganya, ia langsung membayar 300 dirham secara tunai kepada Ali. Sesudah menerima pembayaran tersebut, Ali menyerahkan kendali untanya kepada orang Badui tadi. Kemudian ia pulang ke rumahnya. Tatkala Fatimah mengetahui suaminya datang, ia menyambutnya dengan senyum kasih sayang, sebagaimana kebiasaan yang ia lakukan setiap kali menyambut kedatangan suaminya. Fatimah lalu bertanya ”Wahai ayah Hasan, apa yang engkau bawa hari ini?”. ”Wahai putri Rasulullah, aku telah membeli seekor unta dengan diutang cara pembayarannya seharga 100 dirham. Aku lalu menjual unta tersebut dengan harga 300 dirham secara tunai,” jawab Ali. ”Aku setuju saja terhadap apa yang kamu lakukan asalkan membawa kemanfaatan dan kemaslahatan” kata Fatimah.
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur Ala Surga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur Ala Surga. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 April 2011
Rabu, 20 April 2011
Jiwa Entrepreneur Surga
Jiwa Entrepreneur Surga
Jiwa entrepreneur surga adalah jiwa yang dimiliki seorang entrepreneur yang dapat menghasilkan keuntungan berlipat dan sekaligus membawanya menuju surga. Jiwa entrepreneur surga dimiliki oleh Rasullulah s.a.w. sebagai entrepreneur yang mengikuti perintah dan larangan Allah.
Allah SWT memberikan pujian tentang budi pekerti kepada Rasulullah s.a.w.. Dalam surat Al Qalam ayat 4 : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Nabi Muhammad s.a.w. merupakan orang yang berperilaku lemah lembut, pemaaf, memohonkan ampun untuk orang lain, bermusyawarah dan bertawakal kepada Allah, seperti yang disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 159 : Maka disebabkan dari rahmat Allah-lah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.
Jiwa entrepreneur surga adalah jiwa yang dimiliki seorang entrepreneur yang dapat menghasilkan keuntungan berlipat dan sekaligus membawanya menuju surga. Jiwa entrepreneur surga dimiliki oleh Rasullulah s.a.w. sebagai entrepreneur yang mengikuti perintah dan larangan Allah.
Allah SWT memberikan pujian tentang budi pekerti kepada Rasulullah s.a.w.. Dalam surat Al Qalam ayat 4 : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Nabi Muhammad s.a.w. merupakan orang yang berperilaku lemah lembut, pemaaf, memohonkan ampun untuk orang lain, bermusyawarah dan bertawakal kepada Allah, seperti yang disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 159 : Maka disebabkan dari rahmat Allah-lah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.
Strategi Entrepreneur Ala Surga Melipatgandakan Harta
Strategi Entrepreneur Gaya Surga Melipatgandakan Harta
Entrepreneur gaya surga untuk melipatgandakan harta dengan aturan yang sesuai dengan syariah. Al maal (harta) dalam bahasa Arab bermakna emas, perak dan hewan ternak. Sedangkan menurut terminologi syariah, al maal merupakan segala sesuatu yang memiliki nilai dan boleh dimanfaatkan serta kepemilikannya diperoleh dengan cara yang sesuai syariah. Nabi Muhammad s.a.w. dalam memandang harta berpedoman bahwa pada hakikatnya, harta adalah milik Allah dan manusia diberi kuasa (amanah) untuk mengelolanya dengan baik. Manusia tidak mempunyai kekuasaan mutlak terhadap harta dan harus menafkahkan sebagian hartanya sesuai syariah Allah, seperti dalam Al Qur’an surat Al Hadiid ayat 5 - 7: Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
Entrepreneur gaya surga untuk melipatgandakan harta dengan aturan yang sesuai dengan syariah. Al maal (harta) dalam bahasa Arab bermakna emas, perak dan hewan ternak. Sedangkan menurut terminologi syariah, al maal merupakan segala sesuatu yang memiliki nilai dan boleh dimanfaatkan serta kepemilikannya diperoleh dengan cara yang sesuai syariah. Nabi Muhammad s.a.w. dalam memandang harta berpedoman bahwa pada hakikatnya, harta adalah milik Allah dan manusia diberi kuasa (amanah) untuk mengelolanya dengan baik. Manusia tidak mempunyai kekuasaan mutlak terhadap harta dan harus menafkahkan sebagian hartanya sesuai syariah Allah, seperti dalam Al Qur’an surat Al Hadiid ayat 5 - 7: Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
Ketentraman Jiwa Entrepreneur
Ketentraman Jiwa Entrepreneur
Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah. Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah. Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Langganan:
Postingan (Atom)
